Mengarungi Jeram-Jeram Sungai Cisadane

 

Sungai Cisadane merupakan salah satu sungai utama di Propinsi Banten dan Jawa Barat. Sumber airnya berada di Gunung Salak – Pangrango (Kabupaten Bogor, sebelah Selatan Kabupaten Tangerang) dan mengalir ke Laut Jawa. Panjang sungai sekitar 80 km.

Fluktuasi aliran Sungai Cisadane sangat bergantung pada curah hujan di daerah tangkapannya. Aliran yang tinggi terjadi saat musim hujan dan menurun saat musim kemarau. ini juga patut menjadi pertimbangan teman-teman yang akan mencoba mengarungi jeram-jeram sungai cisadane.

Untuk para pengarung jeram pemula, sungai Cisadane merupakan pilihan yang tepat untuk berarung jeram. Letak start pointnya tak jauh dari kota Bogor. Terdapat rute-rute menarik yang patut dicoba yaitu dari Desa Lebak Pari/Bantar kambing dan finish di Desa Maseeng, Caringin, yang berjarak 7 km dengan waktu tempuh 2 jam dan memiliki tingkat kesulitan grade 2 – 3. Sedangkan untuk rute yang lebih beradventure terdapat rute pengarungan yang dimulai dari desa Balandongan dan finish di Cipaku, Bogor. berjarak 12 km dengan waktu tempuh 3 jam dan memiliki tingkat kesulitan grade 3 dan 4. Dalam 1 trip pengarungan.

Biasanya untuk pemula bisa menggunakan rute bantar kambing – caringin. Untuk mencapai start point melalui Desa lebak pari/bantar kambing dari stasiun Bogor lebih kurang dapat ditempuh dalam waktu 30 menit, dapat mencarter angkot Rp 30rb-35 rb per angkot. Turun di jembatan Bantar kambing, Ciampea.Dimulai dari bawah jembatan bantar kambing kita akan disapa dengan kelokan-kelokan sungai yang cukup memacu adrenalin. Pemandangan di pinggir sungai saat kita mengarung juga sangat menarik dilihat, dengan terdapat tebing-tebing. pengarungan setelah lebih kurang 30 menit ada pertemuan sungai Cisadane – Cianten disini kita dapat temui situs purbakala jaman kerajaan Tarumanegara. yang dikenal dengan prasasti Cianten.

Setelah pertemuan Kedua sungai akan ditemui 2 buah jeram yang “lumayan menghibur”. Yang pertama Jeram Naga (ada batu besar mirip kepala naga disekitar jeram) yang merupakan jeram drop and fall yang tercipta dari 2 buah gate dari batu besar. Arus utamanya akan menghantam kearah dinding disebelah kiri sungai. Jika tim tidak kuat untuk membawa prahu kekanan, maka perahu akan terbawa menuju eddie dibelakang kiri jeram tersebut. Jadi tim bisa beristirahat dulu untuk selanjutnya melawan arus kuat yang datang dari sebelah kanan.

Setelah melewati jeram naga, kita akan melewati jeram “manis”, yang merupakan kompleks standing wave kecil yang cukup membuat kita merasakan debur sungai.

Categories: Uncategorized | Tags: | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Mengarungi Jeram-Jeram Sungai Cisadane

  1. hahaha postingannya boleh juga….maen di cisadane asik yah mas.>>>>
    mau dong jadi sobatwawaw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: