Graduation Journey 3676 mdpl bagian-2 (Ranu Kumbolo Semangat para Muda-Mudi Pencari Cinta)

Udah siap nih ngelanjutin tulisan #parkirin kupi

Maklum mas bro n mba sist, saking (terlalu) sibuknya ama kerjaan dan perjalanan-perjalanan melepas galau jadi baru sempet lagi berbagi tulisan. Nah lanjut dari bagian-1 yang sekiranya lagi itu kita udah sampe di pasar tumpang. Dari sini kita penuhi segala kebutuhan logistik karena diatas (ranu pane) sudah tidak menemukan lagi pasar yang menjual kebutuhan logistik, hanya ada warung-warung kopi kecil.

Setelah mampir sebentar ke minimarket gw dan reza juga babeh isi perut dulu di warung makan sebelum meluncur mendaki bersama truk menuju ranu pane. Mantap banget makan siang kali itu, ketemu nasi lagi nih setelah 18 jam meniti perjalanan bersama KA Matarmaja.

“woi selow dul makanny” kata gw menatap datar reza sambil nyendok nasi rawon

“yoi dul cakep bener nih rawon, baru ketemu nasi lagi nih” saut reza, tangan kanan genggem sendok tangan kiri genggem krupuk

“Lah lu beh kaga makan?” kata gw ngliat si babeh yang kliatan ragu-ragu mau mesen

“barusan gw makan baso waw” kata si babeh, ngusap perut, nahan iler 😀

“udeh makan lagi aja, tenang aja murah meriah dimari mah” kata gw,

dan tampa pikir lagi babeh langsung mesen makanan. sekalian bungkus 3 porsi pikir gw buat bekal makan malam nanti kita di ranu pane atau ranu kumbolo supaya praktis tidak perlu memasak nasi.

Perjalanan pasar tumpang menuju ranupane memakan waktu hampir 2 jam-an, setelah makan dan packing-packing kita naikkan keril ke atas truk. tepat pukul 10.00 waktu bagian tumpang saat itu, kita meluncur mendaki dengan truk milik pak Rus menuju ranupane. semangat yang menggebu-gebu terasa di antar 23 temen-temen yang bersamaan satu truk dengan kita.

IMG_0977

Memasuki hutan Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru disingkat TNBTS, yang sepanjang jalannya akan disuguhkan pemandangan lebatnya hutan dan kiri kanan jurang yang membuat jantung berpacu kencang. Hebatnya driver truk kita ini, doi memang udah terbiasa sepertinya melibas tikungan, tanjakan dan punggungan tipis yang hanya muat untuk satu kendaraan sebesar truk untuk dilewati. kendaraan ini sehariannya juga sebagai angkutan perkebunan yang ada di pedesaan lereng-lereng gunung sekitar TNBTS. Karena ini musim kering saat kita datang jadi intensitas pengangkutan hasil bumi pun berkurang dan sekarang beralih untuk terkadang membantu rombongan yang akan mendaki gunung semeru.

Di tengah perjalanan kita disuguhkan pemandangan gugusan gunung dengan lautan pasir, yang dibelakangnya tersembunyi ke gagahan gunung bromo yang terkenal keindahannya itu. tapi sayang tujuan kita saat ini adalah semeru, mungkin diwaktu yang lain gw bakal menyapa sang bromo.

IMG_0978

perjalanan truk pun dilanjutkan untuk menuju ranu pane, jalanan saat itu sangat berdebu karena kering sejak agustus belum juga turun hujan. gw pun mengamankan lubang hidung dengan menutupnya dengan slayer. mengurangi dampak upil yang menumpuk,haha…

setelah berkelok-kelok, menanjak, dan menurun sampailah kita di desa ranu pane. mengintip sedikit danau ranu pane yg terlihat agak kotor saat itu, sayangnya, mulai tercemar keindahannya.

sesampainya di ranu pane kita pun bergegas turun dari truk. menurunkan satu per satu keril. lumayan ramai saat itu, beberapa jeep silih bergantian menurunkan para pendaki yang akan menyapa mahameru. gw pun memilih duduk-duduk sejenak sambil mengambil poto dan menyeruput teh hangat. sementara salah satu dari kami mengurus izin untuk pendakian masuk gunung semeru.

IMG_1016Tim 3, ya gw, reza dan babeh tergabung dalam tim ini. perjalanan menuju ranu kumbolo pun dimulai. pukul 14.00 waktu bagian ranu pane saat itu.

menapakkan kaki selangkah demi selangkah, mendaki anak tangga alam yang tersusun cantik. dari pos kita langsung ambil kanan atau jalan menanjak, gw yang emang belom pernah kesini ikut saja melewati jalur ini. menikmati perjalanan sambil jepret-jepret momen. melewati ladang-ladang tandus milik warga setempat yang kelihatannya memang sudah lama tidak turun hujan disini. sampai jalan yang kita lewati pun tebal dengan debu yang menumpuk.

sempat kebingungan kita di jalan ladang milik warga ini untuk mencari jalan pintu masuk ke hutan. memang tidak ada petunjuk arah dan ternyata jalur yang kita lewati merupakan jalur yg tidak biasa dilalui untuk pendaki-pendaki pemula. setelah bertanya pada seorang nenek yang memanggul kayu bakar kita pun berjalan masuk menemui jalur pendakian.

menurut reza yang pernah mendaki gunung semeru, jalur yang kita lalui ini yaitu jalur aek-aek, yang memang memotong dari jalur biasa, bisa lebih cepat dibandingkan dengan jalur biasa yang mengitari/melipir bukitan.

cukup menguras tenaga perjalanan menuju ranu kumbolo ini, karena memang mendaki terus jalurnya menuju puncakan aek-aek hampir tidak ada bonus jalan mendatar. tapi kita tidak boleh mengeluh, nikmati saja perjalanannya. sempat berpapasan kita dengan pendaki yang menuju ranu kumbolo juga sedang beristirahat dan kita pun ikut bergabung ramah tamah serta sedikit bercanda. usut punya usut ternyata rombongan dari kampungnya jokowi yaitu surakarta atau sekarang di bilang solo.

“kring-kring” reza berkoar,

“ya halo” gw nyautin sambil jalan, ganyem coki-coki,

“radio 3676 mdpl dengan siapa dan dimana?” tanya sang penyiar kondang ezafran alias reza disebrang sana,

“dengan sukimin nih dari gombong om” jawab gw ngasal,haha…

“wah ngapak-ngapak kaya kie ya,whaha… langsung aja request nya apa nih?” sambung sang penyiar,

“Okeh om, diputerin lagu kereta malam dong, icik icik ehem ehem,haha..” jawab gw,

“Baiklah langsung diputerrrr… Babeh nyanyi,whahha…” reza nunjuk babeh,

“….” babeh bingung, “napa jadi gw,whaha…”

itulah sedikit candaan sepanjang perjalanan menuju ranu kumbolo, bersama reza, babeh, fery, om ranggi, puspita, siska, ucup, ray meramaikan dalam perjalanan muda mudi yang penuh semangat ini, tanpa terasa sang mentari pun mulai tenggelam, dan langkah kaki semakin berat. menjelang matahari tenggelam kita sampai di puncak aek-aek. dan luar biasa pemandangan yg mengintip dari sini. matahari tenggelam berada diantara susunan gunung-gunung yang berjajar rapih bergaris orange. beruntung memang kita saat itu, cuaca sedang bagus.

IMG_1029

bermaksud istirahat sejenak dan menikmati segelas kopi hangat sambil menunggu rombongan tim 1 yang kelihatannya tertinggal jauh. saat itu tim 3 dan tim 2 bersamaan berada di puncak aek-aek. karena malam mulai datang maka kita bermaksud berjalan bersamaan tim 1, 2 dan 3 tetapi tim 1 yang kita tunggu belum juga sampai. mungkin mereka melalui jalur lain, yaitu jalur biasa pikir teman-teman yang lain. karena tidak memungkinkan juga kita untuk menunggu terlalu lama disini dan angin serta udara pun mulai menusuk dingin ke kulit, ujung-ujung kaki dan tangan. maka perjalanan pun kami lanjutkan ntuk turun, menuruni melipir kanan.

berjalan dikegelapan seperti ini memang tidak menyenangkan, hanya bermodal headlamp kita menerangi jalan setapak dan tidak bisa menikmati indahnya alam. tapi ada untungnya juga berjalan dimalam hari, selain tidak panas tertimpa terik matahari yang memang kondisi jalur yang kami lalui terbuka berupa padang rumput yang kering. perjalanan pun akan tidak terasa.

setelah berjalan 3 jam dari puncak aek-aek sampailah kita di ranu kumbolo. mengintip dari jalur bukit teletabis yang kita lalui.  pantulan cahaya bulan ke air yang tidak pernah kering itu. bak berlian yang tersembunyi. kita pun langsung bergegas menuju tempat camp dengan melipir melalui jalur setapak yang ada dikanan nya.

Sudah ramai ternyata di tempat biasa para pendaki ng-camp ini. langsung saja lah kita gelar tenda. karena dingin semakin menusuk. sambil menyeting tenda masih bertanya-tanya kita tentang keberadaan tim 1 yang tak kunjung datang.

setelahnya tenda kita berdiri, reza yg memang sudah kelihatan kepayahan langsung molor. sementara gw mencoba memasak/memanaskan kembali bekal nasi yang kita bungkus dari pasar tumpang siang tadi. kita makan dulu sebelum tidur supaya tetap terisi perut karena tadi perjalanan pastinya telah banyak membuang energi kita.

“woiiii…ja, bangun-bangun, makan dulu nih” kata gw sambil goyangin badan reza yg terkapar dimatras itu,

“….” ngga ada jawaban, ngulet-ngulet doang dikit,

“Bangun dul makan dulu nih, masuk angin ntar loh” perhatianny gw saat itu,whaha…

si reza agak males buat bangun saat itu, sudah terlena dengan kehangatan sleeping bag mungkin, gw pun dan babeh makan duluan dan bermaksud menyisakan nanti buat si reza saat mulai bangun nanti.

habis sudah porsi untuk gw dan babeh, perut kenyang, dan siap-siap untuk masuk kedalam sleeping bag. reza yg mulai kelaparan sepertinya, mencari makanan yg gw tawarkan tadi.

28 Oktober 2012

Selamat pagi ranu kumbolooo….., teriak ku membangunkan seisi tenda. Dingin yang menusuk ke ujung-ujung kaki membuat gw agak susah memejamkan mata dan hanya tidur-tidur ayam, sambil beranjak dari dekapan sleeping bag dan menghempaskan angin yang terjebak dalam perut (baca:kentut), membuka tirai tenda untuk mengintip sang mentari di ranu kumbolo. haduhhhh…agak kecewa gw saat itu. kabut pagi itu tebal sekali sehingga sang fajar pun tak terlihat ke elokannya.

sambil menghangatkan badan, gw keluarkan peralatan masak yg bermaksud gw untuk masak sarapan pagi.

IMG_1040Dan chef wawan pun beraksi, nasi rawon dan rendang siap disajikan. untuk pelengkap kriuknya gw coba memasak kyupuk, kres-kres biar rame makanny,haha… sarapan pagi pun dimulai sambil seruput-seruput teh hangat.

IMG_1050

Setelah semangat menghabiskan sarapan pagi, bersama-sama gw, reza, babeh, puspita dan ikut nimbrung mba-mba jamu revika (belakang kamera),haha… karena ngga bawa piring, yah biar terasa kebersamaan makannya kita satuin aja beralaskan pelastik unyu, lahap betul mba revika menyantap nasi liwet nya ini. laper apa emang doyan tuh.

Sesi berikutnya adalah poto-poto di ranu kumbolo yang mulai mengintip memperlihatkan kecantikannya. lekukan khas diantara dua bukit serta hamparan air yang berkilau terpantu sinar mentari. meski masih sedikit berkabut kamera tetap kami paksakan untuk mendapatkan hasil terbaik.

IMG_1054

IMG_1060

IMG_1061

IMG_1056

Ramai memang saat itu, dan tau tanggal 28 oktober diperingati sebagai hari apa di tanah air kia ini? ya beberapa muda-mudi disini mempunyai misi khusus untuk memperingati hari sumpah pemuda yang tepat hari ini. sekumpulan orang melakukan upacara bendera. meneriakkan kembali sumpah pemuda yang dikumandangkan dahulu 28 oktober 1928 sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia. Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945. mengulik sejenak sejarah yg kita punya ya ngga mas bro dan mba sist. ingat akan selalu pesan bung karno sang proklamator kita bahwa jangan sekali-sekali melupakan sejarah. dan gw pun disini mencoba menuliskan sejarah yg pernah terjadi dalam hidup gw. luar biasa keindahan bumi pertiwi Indonesia. Mari jaga dan rawat agar anak cucu kita kelak masih bisa menikmatinya.

…..(udah dulu ya, kupinya abis nh, lanjut ke bagian-3 nanti)

Iklan
Categories: Uncategorized | Tag: , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Graduation Journey 3676 mdpl bagian-2 (Ranu Kumbolo Semangat para Muda-Mudi Pencari Cinta)

  1. dona

    baguus , great, cool………… kapan maw ke sana lagii……… ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: