Graduation Journey 3676 mdpl bagian-3 (Menyapa Mahameru)

Mumpung semangat lagi menggebu-gebu buat nulis, langsung aja disambung buat bagian-3 dari perjalanan 3 Gm (Galau Men) #sajenin kupi item plus udud

Udah sampe dimana kemaren bagian-2? oh ya terakhir sampe ke semangat muda-mudi di ranu kumbolo memperingati sumpah pemuda. perlahan beberapa rombongan mulai meninggalkan ranu kumbolo, lah pada mau kemana tuh? ya mereka melanjutkan perjalanan menuju puncak mahameru. setelah selesai ber upacara ria kami yang tidak mau ketinggalan juga menyapa sang mahameru bersiap packing-packing, melipat tenda, bersih-bersih nesting yang sehabis perang sarapan tadi pagi. satu persatu peralatan gw masukan dalem keril. bagi yang udah kelar dengan packingannya, masing-masing menyibukkan diri, ada yang berpoto-poto ria, bersolek buat yang kaum hawa (yoi biar digunung mesti tetep eksis y, sapa tau ada pangeran hutan yang nyantol,whaha), ada juga yang sibuk pijet-pijetan, ya sun cream jadi paling terlaris saat itu, mengaku pada pegel-pegel setelah kemarin di geber dengan tanjakan-tanjakan menuju ranu kumbolo. oles-olesan dah tuh.

parkir rakum

semua sudah rapih, satu per satu rombongan berjalan duluan. sudah tidak sabar sepertinya mereka melibas tanjakan cinta. wah apa itu tanjakan cinta? nah menurut cerita-cerita yang didapat dari para pendaki sih terdapat mitos kalau mendaki tanjakan itu tanpa menoleh kebelakang dan tanpa berhenti ditengah tanjakannya sambil memikirkan orang yang kita harapkan maka sekembalinya dari semeru akan mendapatkan jodohnya itu. wuidihhh… kesempatan tuh buat yang jomblo termasuk gw,whaha…

siap tim 3 lanjut perjalanan gw, babeh, reza, egi, pita, fery, ray, siska, dwi, dan ucup. gw dan reza menyempatkan dulu berdoa di 2 monumen yg di sematkan sebelum tanjakan. monumen itu adalah memoriam sahabat pendaki yang telah meninggal saat pendakian. seakan mengingatkan kita bahwa alam pemilik segalanya, kehendak kapan pun dan dimana pun akan terjadi. dan kita tidak boleh sombong terhadap alam, tetap menjaga kearifan, kerendahan diri, sopan dan menikmati alam ini.

tanjakan cinta

okeh, siap nih kita berangkat. reza pun bergegas mendaki tanjakan cinta. tampak khusyuk dan serius. entah mengharapkan apa, sepertinya sakit hati ditinggal kawin membuatnya terpacu untuk melakukannya,whaha… bener-bener menapaki kaki selangkah demi selangkah melibas tanjakan cinta tanpa menoleh dan sepatah kata pun. gw, babeh, egi yang ada dibelakangnya sempat meledeknya, tapi percuma itu tidak berhasil. sesampainya diatas berteriaklah dia. wuuuw… sampe juga. dan gw, babeh pun menyusul.

sesampai nya diujung tanjakan cinta, ranu kumbolo luar biasa indahnya sobat. sungguh lukisan alam yang nyata kita nikmati, dan merasa tidak percaya gw berada di tempat seperti itu. tetap jaga kelestariannya kawan agar anak cucu kita dapat menikmati nya.

setelah istirahat sejenak dan berpoto-poto mengabadikan momen kita melanjutkan perjalanan menuju mahameru nya. dan lagi-lagi alam TNBTS memberikan salam berupa hamparan padang lavender yang sayang nya sedang kering menguning. mereka menyebutnya ini oro-oro ombo, sepertinya diambil dari bahasa jawa entah apa artinya gw ga ngerti tapi gw coba mengartikanya sendiri kalau ini luar biasa.

IMG_1084

berjalan sambil menikmati sekitar landscape yang disajikan oro-oro ombo, tanpa terasa sampai lah kita di pos cemoro kandang. gw, reza dan babeh rehat sejenak diantara rimbunya pohon-pohon cemara. dan sesekali menyapa para pendaki yang  sama tujuannya dengan kita yaitu menyapa mahameru. sudah lumrah atau menjadi suatu kebiasaan yang menyenangkan di setiap pendakian gunung saling menyapa walaupun tidak kenal. kalau dikota? belum tentu, cuek, meskipun ada beberapa yang ramah. terlihat semua kepribadian seseorang dari perjalanan ini.

IMG_1093

perjalanan kita lanjutkan, karena matahari semakin terik menembus rambut hingga kulit kepala. terik sekali siang itu perjalanan menuju kalimati. dan pos selanjutnya yang akan kita temui yaitu pos jambangan. jalannya menanjak tidak seperti jalur dr tanjakan cinta ke cemoro kandang yang datar-datar saja. kali ini perlu tenaga ekstra, fyuhhh…

waktu hampir tengah hari sepertinya, dan sarapan pagi yang kita ludeskan sudah menjadi butiran-butiran keringat yang keluar dari celah kulit, ujung lengan serta ujung paha,whaha… perut pun mulai berteriak. akhirnya di pertengahan menuju pos jambangan kita istirahat memasak mie instan untuk mengganjal perut yang mulai kosong. dan sedikit cemilan kurma yang dibawa oleh puspita juga cokelat seduh, cakep benerrr…

setelah mendapatkan kembali tenaga, maka perjalanan pun kita lanjutkan, babeh ngacir duluan dengan tim yang lain. gw, reza, egi, pita, fery, ucup, hafit yang tertinggal dibelakang pun siap menyusul. jalur melewati punggungan mengikuti pinggir jurang jalur lahar gunung semeru. pos jambangan pun akhirnya berhasil kita tempuh. gw, reza dan hafit tertinggal dibelakang. setelah istirahat sejenak di pos kita lanjutkan lagi perjalanan menuju kalimati.

IMG_1098

lepas tidak jauh dari pos jambangan tiba-tiba air turun dari langit. waduhh..gerimis, langsung lah bergegas kita memakai jas hujan. padahal tadi panas terik. memang di gunung seperti ini cuaca susah diprediksi, cepat berubah. gw dan reza yg saat itu berada di barisan terbelakang berdiam diri dulu menunggu hujan yang cukup deras mereda diantara pohon-pohon. setelah hujan reda gw dan reza pun melanjutkan jalan menuju pos kalimati. mungkin temen-temen yang lain sudah dari tadi sampe sana. karena kita jalan kelewat selow,whaha…

pukul 15.30 waktu bagian kalimati saat itu, akhirnya sampai juga kita sambil nyanyi-nyanyi meneriakan hymne pendaki galau kita mendekat ke tenda yg sudah digelar rapih. dan gw, reza dan hafit langsung disambut dengan coklat hangat dari chef evi, mantap… anget badan. pengen segera rebah aja nih badan di dalem tenda rasanya. tapi persediaan air kita mulai menipis, gw dan reza harus pergi dulu mengambil air sumber manik yang tidak jauh ada di sebelah barat jalur kalimati. oh iya ada peraturan yang perlu diperhatikan buat para pendaki yang ingin mengambil air di sumber manik ini, sebaiknya jangan diwaktu gelap atau pun pergantian siang malam karena berbahaya jalur yg kita lalui dan juga khawatir bertemu binatang buas yg sedang minum air di sumber manik juga. gw pun dan reza bergegas menuju sumber manik dengan ditemani egi, fery, siska dan febri. membawa botol-botol kosong untuk bekal minum dini hari nanti saat kita summit attack ke puncak mahameru.

IMG_1115

setelah selesai mengambil air, gw, babeh dan reza membuka tenda yang kita bawa, masak-masak dan menyeruput teh hangat yang aneh rasanya. sempat terjadi pertempuran sengit diantara kita bertiga. mulai ada sedikit gangguan yg bergejolak dalam perut. di dalam tenda kita pun tidur berselimutkan sleeping bag saling punggung2 an untuk menghindari perang KENTUT,whaha… ya memang ini sudah terjadi disepanjang jalan menuju pos kalimati ini sebenarnya. kita saling bersautan melepas kentut. dan nikmatilah sekarang aroma itu didalam tenda sama-sama. whaha…

Hari mulai gelap diluar, suasana pun sunyi dan hening. kita bertiga sudah mengamankan diri dalam tenda dari dinginnya dekapan hutan gunung semeru dengan sleeping bag. tenda-tenda sebelah pun demikian, mereka sengaja tidur lebih awal untuk  mempersiapkan kondisi badan saat summit attack yang biasanya dimulai dini hari pukul 00.00 s/d 01.00 untuk menikmati sunrise dipuncak mahameru. alarm pada hp gw pun disetting pukul 00.00 agar tidak lewat. nyatanya pun tidur tidak bisa nyenyak karena dingin terlalu menusuk ujung-ujung kaki dan tangan sehingga hanya merem-merem ayam.

pukul 00.00 gw dikagetkan dengan suara alarm, dan tetangga tenda sebelah pun mulai terdengar berisik dan ramai2 mempersiapkan untuk summit attack. gw pun membangunkan reza dan babeh. sepertinya agak malas-malasan nih reza bangun. si babeh memang tidak berencana akan summit. babeh tinggal ditenda karena menurutnya suatu pencapaian yg luar biasa buatnya sudah sampai di kalimati ini buat dirinya yang baru pertama kali mendaki gunung. mungkin next time setelah siap akan menyapa sang mahameru disana. gw dan reza bersiap-siap mengenakan setelan anti dingin, yang pada kenyataannya tetap tembus juga menusuk kekulit dinginnya udara.

kita berkumpul sejanak sebelum memulai perjalanan. brefing agar kita senantiasa diberi kemudahan dan keselamatan karena jalur kalimati menuju puncak memang yang paling terberat dan butuh ekstra kewaspadaan. gw dan reza dipilih untuk mengamankan sebagai sweeper. reza pun dipilih untuk memberikan kata-kata nya sebelum kita memulai pendakian. dan beliau pun berkata sangat bijak saat itu, seperti bukan sang reza yang biasanya. dia berkata mendaki gunung itu mencapai puncak bukan menjadi satu tujuan utama, tapi dengan adanya kita disini sampai ditempat ini itulah tujuan, dan puncak merupakan bonus. jika memang fisik sudah tidak memungkinkan jangan terlalu dipaksakan karena medan jalur yang kita tempuh didepan merupakan yang terberat.

IMG_1123

(dilanjut ke bagian-4 dehhh….)

Categories: Uncategorized | Tags: , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Graduation Journey 3676 mdpl bagian-3 (Menyapa Mahameru)

  1. dona

    kondisi ranu kumbolo sendiri bagaimana?? air nya jernih…. apa masih bisa buat di minum…. warna air…dan sampai batas mana air masih dapat di peroleh sebelum sampai dekat pick mahameru banged…. trimakasih info nyaa… kak
    wawan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: